Archive for September, 2006

Aku dan BPA (Sebuah memori) (2)

Posted: September 29, 2006 in DINAMIKA


Sidang Yudikasi; dengan segala pro dan kontranya

Asykurullah, ujian term I selesai dilaksanakan, meskipun ketika ditengah-tengah ujian aku sakit, tapi aku tetap bisa menghadiri ujian dan menjawab soal-soal ujian itu. Doanya ya, moga aku najah tahun ini, amin. Thangkyu…:).

Setelah ujian kami langsung start lagi untuk menanggulangi permasalahan maba ini, tapi sebelum sidang yudikasi di wujudkan, kami harus konsen juga untuk melaksanakan sidang pleno III. Sidang yang dilaksakan pada hari sabtu, 25 februari 2006 ini digabung bersama sidang paripurna I, kok di gabung sih? Ya…maklum lah kan pemerintahan ala masisir nih…hehehe. Jadi harus mempertimbangkan minimnya nominal dana dan essensi waktu yang ada, gichu lho. Akhirnya sidang pleno III ini menghasilkan amandemen UU susunan dan kedudukan (susduk) MPA, BPA dan BPD PPMI. Juga dalam sidang ii dibahas RAKER dan RAPBO DPP PPMI untuk semester II.

(more…)

Aku dan BPA (Sebuah memori) (1)

Posted: September 29, 2006 in DINAMIKA

PPMI; bentuk pemerintahan kecil masisir

Ini adalah sebuah kisah flashback. Ku tuangkan pengalamanku ini dalam bentuk tulisan, karena ku ingin, cerita itu tetap ‘hidup’, dapat ku ingat, ku baca dank u rasakan.

Tahun 2005, pada hari senin, 29 agustus waktu menunjukkan pukul 10.00 pagi. Sebenarnya hari itu suhu udaranya masih berkisar 37-an. Kuler ku jalan-jalan. Mo nya sih di rumah saja. Tapi, karena mendapat ajakan sdr. Syarif –ketua KMKM 2005-2006- ke Wisma Nusantra untuk menghadiri sidang pleno I, akhirnya dengan perasaan malaz bin kada purun, aku menemani sidin ke wisma.

(more…)

Pian handak menikah lagi?

Posted: September 29, 2006 in DINAMIKA

Keinginan untuk menikah lagi disaat seorang laki laki masih berstatuskan suami seorang wanita, memang sangat sulit untuk di wujudkan. apalagi pertanyaan ini di ‘konsultasikan’ kepada orang yang belum pernah menikah, seperti saya ini. tentunya makin lebih sulit lagi untuk menjawabnya.

Suatu saat teman chatingku, seorang suami yang masih berumahtangga, mengutarakan dilema dalam rumahtangganya. dimana saat dia masih memiliki keluarga, dia menyukai perempuan lain, karena melihat kondisi perempuan itu (perempuan itu yatim piatu) maka, kasih sayangnya terhadap perempuan itu menjadi tidak terbendung lagi. beliau ingin menikahi perempuan itu, tapi istrinya menentang habis habisan keinginan suaminya itu.

(more…)